Mak Sanem Pembuat Bungkus Gorengan

Mak Sanem Pembuat Bungkus Gorengan

Pekerjaan adalah kegiatan yang harus dilakukan orang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setiap hari manusia mempunyai kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dan tidak bisa ditunda, misalnya sandang dan pangan.

bermacam-macam jenis pekerjaan yang ditekuni seseorang Ada pekerjaan yang menghasilkan barang atau pekerjaan yang menghasilkan jasa. Pekerjaan yang menghasilkan barang disebut produksi atau pekerjaan yang menghasilkan barang untuk memenuhi kebutuhan hidup, yang dapat memiliki nilai ekonomi yang dapat mengangkat derajat ekonomi dari pekerja tersebut.

Oleh karna itu semakin tahun semakin sedikit pula lapangan pekerjaan yang ada disekitar kita, semua itu dikarenakan ekonomi global yang tertus naik turun sehingga membuat suatu perusahaan atau perorangan untuk mengatur modal untuk menghasilkan produk.

Oleh sebab itu semakin tahun makin banyak penggangguran yang bingung untuk mencari pekerjaan dikarenakan sulitnya lapangan pekerjaan, kalaupun ada pekerjaan mereka dituntut secara maksimal untuk mengerahkan semua tenaga dan pikiran sehingga membuat para pekerja semakin stress atau merasa tak mampu untuk melakukan pekerjaan tersebut .

Semua itu terjadi pada kisah seorang nenek sekaligus seorang orang tua tunggal dari seorang anak lelaki, nama dari seorang wanita tangguh itu ialah Mak Sanem adalah seorang wanita tangguh yang telah lama berjuang untuk mencari nafkah bagi ia dan anaknya yang selalu diselimuti garis kemiskinan, dia rela mencari dan meminta lembaran kertas yang masih layak pakai untuk dijadikan suatu barang yaitu pembungkus gorengan yang ia jual seharga Rp.3500 per 100 bungkus.

Semua itu ia lakukan semata mata hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, karna jika hanya mengandalkan pekerjaan anak lakinya tidaklah  cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Mak sanem telah berpuluh puluh tahun menjadi seorang pembuat bungkus gorengan ia mempelajari itu semua secara otodidak hanya dengan bermodalkan selembar kertas yang dilipat lipat lalu di tempel dengan rebusan tepung sagu, mak sanem dapat membuat suatu produk yang dapat dijual dan bisa membantu memenuhi atau meringankan kebutuhan hidupnya selama ini.

Namun mak sanem sering bercerita bahwa hidupnya selama ini dipenuhi dengan kesusahan, namun dia tidak pernah menyerah dan tetap tersenyum bahagia dalam menghadapi semua cobaan ini, karna dia selalu percaya tuhannya tidak pernah tidur untuk mendengar seluruh isi hati dari mak sanem, dan dia juga bahagia karna ditemani seorang anak laki laki yang sangat menyayangi mak sanem selama ini.

https://youtu.be/8orSmjUEMs8

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *